Senin, 31 Januari 2011

Hargai Para Pemikir Hebat



Begitu banyak jumlah penduduk di Indonesia, berbagai ras, suku dan agama. campur aduk di bumi Indonesia ini diantaranya ada oang - orang yang diberi kelebihan oleh Tuhan, diantaranya para ilmuan indonesia yang berada di luar negeri, yaitu :
 
Ali Khumaeni

Seorang mahasiswa Indonesia yang saat ini belajar di Fukui University di Jepang, menerima penghargaan tertinggi di sebuah konferensi internasional pada 17 September untuk terobosan di bidang spektroskopi laser plasma. Ia menerima penghargaan untuk kertas terbaik pada Konferensi Internasional ke-6 pada Laser-Induced Breakdown Spectroscopy diadakan di Memphis, Tennessee. Konferensi ini merupakan yang terbesar di bidang spektroskopi laser plasma, dan diadakan setiap dua tahun.
 
Lahir di Kendal, Jawa Tengah, Ali mengatakan bahwa dia tidak pernah membayangkan ia akan memiliki kesempatan untuk belajar di Jepang. tapi ketika iya belajar di Universitas Dipenogoro Semarang, ibu kota Jawa Tengah ia bertemu dengan Dosen yang luar biasa yang mengilhami saya untuk mengejar pendidikan tinggi di Jepang. pada tahun 2007 ia menerima beasiswa dari pemerintah Jepang untuk belajar di Universitas Fukui.


Minggu, 30 Januari 2011

Pacaran vs Ta’aruf


Sebetulnya apa sih pacaran itu? Biasanya kalau ada cowok dan cewek saling suka...



Jaman sekarang gampang banget ketemu sama orang yang lagi pacaran. Di jalan, mal, kampus, di mana-mana. Apalagi sekarang kan ada acara TV yang nyomblang-in orang sampai ke pengeksposean pernyataan cinta segala.

Sebetulnya apa sih pacaran itu? Biasanya kalau ada cowok dan cewek saling suka, salah satunya nyatain dan yang lainnya terima, itu berarti udah pacaran. Buat sebagian orang pacaran itu isinya jalan berdua, makan, nonton, curhat-curhatan. Pokoknya just for fun lah! Ada juga orang-orang tujuannya untuk lebih mengenal sebelum pernikahan.

Sebagai umat Islam kita perlu lho mengkritisi apakah “praktek pacaran” yang banyak dilakukan orang ini sesuai atau tidak dengan aturan-aturan dalam Islam.

Gedung DPR Baru

 Rencana pembangunan Gedung DPR senilai Rp 1,168 triliun akan dimulai Oktober 2010 dengan ditandai peletakan baru pertama. Standar gedung baru tersebut lebih dari sekedar ruang kerja namun dilengkapi dengan fasilitas mewah.

Pembicaraan semakin hangat di jejaring sosial facebook dengan berbagai argumentasi masing-masing yang mayoritas menentangnya. Berikut ini tribunnews.com menyaring lagi kronologi tahapan pembangunan gedung itu, yang oleh aktivis ICW Febri Hendri, nilainya setara dengan 12 ribu gedung sekolah.

Penjelasan dalam laman DPR memuat 14 poin terkait kronologi rencana pembangunan gedung yang desainnya mirip pintu gerbang itu. Yang menarik seiring berjalannya rencana itu, terjadi perubahan-perubahan dari rencana awal. Misalnya, ketinggian yang semula hanya 27 lantai menjadi 36 lantai karena berubahnya luas total bangunan dari 120.000 m2 menjadi 161.000 m2.

Kamis, 27 Januari 2011

Bogor dan Kemacetan (suatu pendekatan analisis hirarki)

angkot dekat tugu kujang Bogor
Satu lagi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pansus Transportasi DPRD Kota Bogor. Selain kemacetan yang terjadi di beberapa titik dan operasional angkutan umum yang tidak teratur, kehadiran sejumlah terminal bayangan di beberapa titik di kota itu turut menyumbang kemacetan.

Permasalahan ini tentunya harus segera dicari solusinya, agar manajemen lalu lintas Kota Bogor lebih baik. Terminal bayangan ini, dengan mudahnya dapat dijumpai di beberapa titik seperti di Warung Jambu, Tugu Kujang, mawar, Kapten Muslihat, Empang dan di depan Bogor Trade Mall.angkot jurusan Merdeka-Ciparigi tampak ngetem di Warung Jambu. Jalur ekonomi strategis itu dijadikan terminal bayangan oleh sebagian besar pengemudi angkutan kota (angkot). Sopir-sopir angkot dengan seenaknya ngetem di jalur tersebut. Pemandangan seperti ini terjadi setiap hari. Anehnya, meski ada pos polisi di sana, kesemrawutan masih terjadi.

Kesemrawutan akibat angkot yang ngetem sembarangan, dikeluhkan sejumlah warga. Mereka mengeluh jarang menemui petugas Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor yang turun ke lapangan, untuk mengurangi kesemrawutan di Warung Jambu. ''Minimal ada petugas yang ngatur lalu lintas sehingga tidak semrawut,'' kata Yudha (40 tahun) warga Indraprasta, Selasa (6/7).

Birokrasi Dan Kritik Yang Mendobraknya

Prosedur yang berbelit-belit, proses pelayanan yang lamban, mekanisme kerja yang tidak efisien dan kurang efektif, sumber penyalahgunaan kedudukan dan wewenang merupakan simpul-simpul kesan bagi orang awam terhadap terminologi yang disebut “birokrasi”. Kesan tersebut timbul karena orang-orang melihat birokrasi sebagai instrumen negara dan pemerintahan itu dari dimensi realitas.

Apa yang mereka nilai tentang birokrasi berdasarkan pengalaman pada saat mereka berhadapan dengan pola-pola kerja yang sangat tidak :
  §  Efisien
  §  Kurang efektif
  §  Kurang rasional
  §  Belum bisa bersikap netral
  §  Kurang objektif dan fleksibel terhadap suatu perubahan