Minggu, 10 April 2011

Persepsi Sukses


Banyak orang, termasuk kita, orangtua dan msayarakat umum memandang sukses dengan cara di ukur melalui materi yang bisa mereka dapatkan. Orangtua kita bahkan memandang kalau mereka berhasil apabila anak-anak mereka sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi, mendapat jabatan yang tinggi di tempat mereka bekerja yang tentunya mendapat gaji yang tinggi, keluarga yang mapan, dan sederet ukuran materi lainnya. Memang tidak salah tentang opini dan pandangan orang tua kita tentang arti kesuksesan akan tetapi saya kurang pas dengan hal teresbut karena dalam islam pemahaman tentang arti kesuksesan tidaklah sesimpel itu.
Arti sukses menurut islam

Mentauhidkan Allah dalam kesuksesan
Sukses dalam islam adalah ketika seseorang mengerti  isi agung dalam hidupnya. Misi agung manusia adalah menghambakan diri pada Allah dengan segala cara dan sarananya. Sebagai apapun kita, berusahalah menjiwainya. Cita-cita dan kesuksesan kita diniatkan untuk mentauhidkan Allah niscaya akan  membawa kita pada semangat yang tinggi. Sebab hanya Allah lah muara segala usaha.
Dengan begitu seseorang yang sukses memiliki keteguhan untuk memfokuskan dirinya yang PASTI dan BERMUTU. Tujuan hidupnya jelas. Bukan sekedar bisa hidup..!!! kalau cuman sekedar bisa hidup sih gampang. Iya kan….???

By the way, bicara tentang tujuan dan orientasi, bisa dong kita pilih – pilih, tujuan hidup kita sebenarnya untuk apa sih? Soalnya ya itu tadi, orang akan bertindak sesuai dengan orientasi, tujuan dan apa-apa yang dijadikan sebagai pusat hidupnya. Oke, biar gam,pang gini contohnya :
a.       Berpusat pada materi
Pernah liat kan orang yang kerja keras banting tulang, siang buat malam, malem buat siang. Engga ada salahnya sih kita kerja keras, tapi yang dimaksud di poin ini, orang yang ambisinya bener – benar pengin kaya …!! Pokoknya dia kerja keras hanya untuk memenuhi kebutuhan dunianya semata. Tapi alangkah lebih mulia bila orientasi kita pusatkan untuk beribadah semata dank arena Allah. Dan bisa dibayangkan juka orang yang hanya berorientsi kepada kekayaan semata akan melakukan banyak cara untuk mendapatkan keuntungan baik dia sebagai pegawai bisa yang korupsinya kecil – kecilan sampai menjadi pejabat yang akan menguras urang rakyat sebesar – besarnya.
b.      Berpusat pada ketenaran
ini lah penyakit yang mulai menggerogoti sebagian kalangan muda masyarakat kita. Mereka menganggap ketenaran, jadi idola, jadi bintang, jadi selebritis, dan jadi trend setter adalah hal yang luar biasa…!! Makannya banyak di antara kita yang terdorong menjadi orang yang tenar.
Sebenarnya gak salah jika pengen jadi orang tenar akan tetapi yang diperlu di ruruskan adalah jalan yang ditempuh untuk mendji orang tenar tersebut. Bayangin aja kalau kalangan muda di Negara yang kita cintai ini terus berburu untuk mejadi orang tenar dan melupakan bidang yang lain sepeti keilmuan, tokoh politik yang handal, pokoknya yang berbau keilmuan dan beorientasi terhadap masa depan. Bakalan kekurangan SDM di bidangnya. Bahkan sekarang ini para tokoh idola banting setir menjadi para pemimpin yang di ragukan kemampunya, yang menyedihkan kemana kalangan muda yang seharusnya menjadi generasi yang dapat meujudkan Negara ini aman, tentram dan tidak terlilit oleh masalah kelasik yang remeh temeh. Pakah mereka sibuk untuk menjadi tokoh idola dengan membuat sensasi yang bisa membuat mereka terkenal dengan cepat.

Intinya… kalau orentasi hidup seseorang untuk harta semata makan bukan ketenangan yang mereka dapatkan akan tetapi hanya kepusan sesaat yang tidak akan berlangsung lama bahkan seseorang tersebut cenderung tidak akan pernah puas akan apa yang telah dicapainya. Tapi memang itulah manusia tidak akan pernah puas akan semua hal, eh tenyata manusia itu terbagi kedalam berbagai Tipe.
1.       Orang yang iman dan amalnya hebat, dan dunia pun mengikutinya pula
Inilah tipe ideal. Manusia yang terus menerus mempebaiki keimanannya, mengikhlaskan amalnya, menjadikan Allah sebagai motivasi utama, kalaupun kemudian suskes dan dunia mengikutinya maka seseungguhnya kesuksesan itu adalah berkah dari keberagamaannnya. Bukan sebuah pahala !! sebab, pahala itu disimpan di sisi Allah enggak cukup deh amal-amal yang tulus itu dibandingkan seisi langit dan bumi.

2.       Orang yang hebat bdalam iman dan amalnya, namun dunia menjadhinya
Orang yang seperti ini lah nyang sedang di uji dan bila lolos dalam ujian tersebut maka langit dan bumi engga ada artinnya. Ya mirip kayak nabi Ayub, yang tetap beriman dan beramal salah meskipun ujian datang bertubi – tubi. Maka diperlukan keteguhan yang hebatlah yang bisa melewatinya.

3.       Orang yang amal dan imannya nggak karuan akan tetapi dunia mengikutinya
Nah kalau orang ini perlu di sadarkan, di mendapat cobaan yang lebih berat karna perlu cepat bertaubat dan memperbaiki diri bukan malah PD mentang – mentang di atas angin jadi melupakan daratan,

4.       Orang yang iman dan amalnya kacau dan dunia menjahinya pula
Wah kalau orang seperti ini haruslah cepat bertaubat, sebelum terlambat sebaiknya cepat bertaubat dan minta ampun terhadap sang pencipta, kalau di ibaratkan sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Sesungguhnya makna dari kesuksesan itu bukan asal sukses akan tetapi sukses yang menyelamatkan. Tentunya untuk masa depan iman, amal kita dan orang – orang yangfa da di sekitarkita agar engga nyesel di akhir hidupnnya. (Sumber buku)

Tidak ada komentar: