Banyak para ulama yang memulai kitab-kitab mereka dengan membahas permasalahan niat (dimana hal ini sangat erat kaitannya dengan keikhlasan), di antaranya Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya, Imam Al Maqdisi dalam kitab Umdatul Ahkam, Imam Nawawi dalam kitab Arbain An-Nawawi dan Riyadhus Shalihin-nya, Imam Al Baghowi dalam kitab Masobihis Sunnah serta ulama-ulama lainnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keikhlasan tersebut. namun, apakah sesungguhnya makna dari ikhlas itu sendiri ? Bahwa yang dimaksud dengan keikhlasan adalah ketika anda menjadikan niat anda dalam melakukan suatu amalan hanyalah karena Allah semata, anda melakukannya bukan karena selain Allah, bukan karena riya (ingin dilihat manusia) ataupun sum’ah (ingin didengar manusia), bukan pula karena anda ingin mendapatkan pujian serta kedudukan yang tinggi di antara manusia, dan juga bukan karena anda tidak ingin dicela oleh manusia. Apabila anda melakukan suatu amalan hanya karena Allah semata bukan karena kesemua hal tersebut, maka ketahuilah, itu berarti anda telah ikhlas. Fudhail bin Iyadh berkata, “Beramal karena manusia adalah syirik, meninggalkan amal karena manusia adalah riya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar